BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Pengertian Manajemen
Menurut
arti kata manajemen berasal dari kata kerja to
manage(bahasa inggris) yang artinya mengurus, mengatur, malaksanakan dan
mengelola. Sementara menurut para ahli seperti, Terry ( 2003 : 4 )
mendefinisikan manajemen sebagai “ a
distinct prosess conssisting of activiteis of planning, organizing, actuating
and controling, performed to determine and accomplish stated objectives with
the use of human beings and other resources “. Menurut konsep Terry dalam
mendifinisikan manajemen ini adalah bahwa manajemen dilihat sebagai suatu
proses perencanaan, pengorgansasian, aktuasi dan pengawasan untuk mencapai
tujuan tertentu secara efisien.
Definisi
lain disampaikan oleh Blanchard, dalam Kamar ( 2002 : 25 ) menyebutkan “ Management is a process of working with
and through indivuals and groups and other resourches to accomplish
organizational goals “ artinya, menejemen adalah suatu proses bekerja
dengan dan melalui individu-individu dan kelompok-kelompok serta sumber-sumber
daya lainnya untuk menyelesaikan tujuan organisasi. Dari pendapat di atas, maka
secara implisit aktivitas manajemen ada dalam organisasi yang diarahkan untuk
mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Harold
Koontz dan Cyriil O’ Donnel mendifinisikan manajemen adalah usaha mencapai
suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Dengan demikian manajer mengadakan
koordinasi atas sejumlah aktivitas orang lain yang meliputi perencanaan,
penggorganisasian, penggerakan dan pengendalian. (Amirullah, h7)
Stonner,
James AFmendefinisikan manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan dan pengendalian. Upaya
anggauta organisasi dan menggunakan semua sumberdaya organisai untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Stonner, 1982 : 9)
Paul
Hersey, manajemen didefinisikan sebagai proses kerja sama dengan dan melalui
orang-orang dan kelompok untuk mencapai tujuan. (Paul Hersey, 1994, h 3).
Definisi ini dapat diterapkan pada semua
bentuk dan jenis organisasi apakah perusahaan, lembaga pendidikan, rumah sakit,
organisai politik, dan sebagainya. Untuk dapat berhasil organisasi memiliki
personalia pimpinan yang berkemampuan
baik, sehingga hubungan antar pribadi berjalan secara baik dan harmonis, setiap
orang adalah manajer.
Luther
Gulick mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan/science
yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia
bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini lebih
bermanfaat bagi kemanusiaan.
Mary
Parker Follet mendefinisikan manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan
pekerjaan melalui orang lain (Hani.Handoko, 8).
Pengertian ini mengandung arti bahwa manajer dalam mencapai tujuan
organisasi melalui pengaturan orang-orang lain yang tergabung dalam organisasi.
Pengaturan orang lain yang dilakukan manajer satu dan manajer lain tentunya
berbeda, dan perbedaan pengaturan ini membutuhkan kemampuan dan ketrampilan
tersendiri.yang merupakan seni
manajemen.
Menurut
Ricky W. Griffin manajemen adalah sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara
efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan
perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara
benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Lyndak
F. Urwick manajemen adalah Forecasting (meramalkan), Planning Orga-nizing
(perencanaan Pengorganisiran), Commanding (memerintahklan), Coordinating
(pengkoordinasian) dan Controlling (pengontrolan).
Thomas
H. Nelson manajemen perusahaan adalah ilmu dan seni memadukan ide-ide,
fasilitas, proses, bahan dan orang-orang untuk menghasilkan barang atau jasa
yang bermanfaat dan menjualnya dengan menguntungkan.
Menurut
Drs. Oey Liang Lee manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian,
penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut
Federick Winslow Taylor manajemen adalah suatu percobaan yang sungguh-sungguh
untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan
organisasi lain)atau setiap system kerjasama manusia dengan sikap dan jiwa
seorang dengan menggunakan alat.
Menurut
Prof. Eiji Ogawa manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan
Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan
oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran
untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang
berubah.
Berdasarkan
berbagai paparan di atas, manajemen dapat didefinisinakan sebagai “seni dan ilmu, profesi, serta proses perencanaan,
pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian dari berbagai sumber daya
organisasi untuk mencapai tujuan secara efektifdan efisien”. Definisi
manajemen tersebut dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut:
1.
Manajemen
sebagai ilmu dan seni
Manajemen
sebagai ilmu karena manajemen telah dipelajarai lama dan telah dikaji, diorganisasikan
menjadi suatu rangkaian teori. Manajemen memerlukan disiplin-disiplin ilmu
pengetahuan lain dalam penerapannya untuk mencapai tujuan, misal disiplin ilmu
ekonomi, akutansi, statistik dan lain-lain. Manajemen dalam upaya mencapai tujuannya berdasarkan kaidah
ilmiah dan sistematis.
Manajemen sebagai ilmu .mempunyai
ciri-ciri sebagai berikut :
1. Prinsip dan konsep manajemen dapat dipelajari.
2. Decion
making dapat didekati dengan kaidah-kaidah ilmiah.
3. Obyek dan sarana manajemen untuk mencapai
tujuan sebagian adalah elemen yang bersifat materi.
4. Dalam penerapannya manajemen memerlukan
pendekatan dari bidang ilmu lainnya.
Manajemen
sebagai seni diartikan bahwa manajer
dalam mencapai tujuan banyak dipengaruhi oleh ketrampilan-ketrampilan pribadi,
bakat dan karakternya. Dan semua ini
merupakan seni tersendiri. Manajemen sebagai seni mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut :
1.
pencapain
tujuan sangat dipengaruhi dan didukung oleh sifat-sifat dan bakat para manajer
2.
Dalam
proses pencapaian tujuan sering kali melibatkan unsur naluri, perasaan dan
intelektual.
3.
Dalam
pelaksanaan kegiatan, faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilannya adalah
kekuatan pribadi dan kreativitas.
2.
Manajemen
sebagai profesi
Manajemen sebagai profesi penekannya
pada kegiatan yang dilakukan sekelompok orang dengan menggunakan keahlian-keahlian tertentu. Keahlian-keahlian
tersebut diperoleh karena telah memenuhi syarat atau standart tertentu dan
diakui oleh masyarakat. Dengan keahlian tersebut seseorang dapat memperoleh
suatu status. Sekelompok orang yang bekerja dalam organisasi dengan menggunakan
keahlian tertentu dapat dikelompokan dalam organisasi profesional.
Ciri-ciri sesuatu sebagai profesi
sebagai berikut :
1. Para profesional membuat keputusan atas dasar
prinsip-prinsip umum
2. Para profesional mendapatkan status mereka
karena mencapai standar prestasi kerja tertentu, bukan karena favorit, politik,
agama. atau sosial
3. Para profesionalisme harus ditentukan oleh
suatu kode etik yang kuat dan disiplin bagi mereka yang menyandang profesi.
3.
Manajemen
sebagai proses
Manajemen sebagai proses karena dalam
mencapai tujuan menggunakan serangkaian kegiatan yang tidak dapat dipisahkan
satu dengan yang lainnya. Serangkaian kegiatan tersebut dimulai dari kegiatan
merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengawasi atau mengendalikan.
Manajemen sebagai proses lebih diarahkan pada proses mengelola dan mengatur
pelaksanaan suatu pekerjaan, atau serangkain aktivitas dalam rangka mencapai tujuan.
Proses manajenen dalam pencapaian tujuan ini juga menggunakan bantuan orang lain
yang bekerja sama.
4.
Pencapaian
tujuan perusahaan dilakukan melalui serangkaian aktivitas yang dikelompokkan ke
dalam fungsi fungsi manajemen dan mencakup fungsi perencanaan,
pengorganisasian, kepemimpinan serta pengendalian.
5.
Pencapaian
tujuan dilakukan secara efektif dan efisien. Efektivitas menunjukkan
tercapainya tujuan yang diinginkan melalui serangkaian tindakan yang dilakukan
oleh perusahaan. Sedangkan efisiensi menunjukkan pencapaian tujuan secara
optimal dengan menggunakan sumber daya yang minimal.
6.
Pencapaian
tujuan perusahaan dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya organisasi yang
dimiliki oleh perusahaan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing
pekerjanya.
2.2.
Fungsi-Fungsi Manajemen (Management Functions)
Fungsi
manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam
proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan
kegiatan untuk mencapai tujuan
Pekerjaan yang
dilakukan oleh para manajer pada saat merka mengelola perusahaan dapat
dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok tugas yang memiliki tugas yang
memiliki tujuan yang di sebut sebagai fungsi manajemen. Koontz (Koontz dan
Weihrich, 1993) berpendapat bahwa fungsi-fungsi manajemen (management Functions) dikelompokkan menjadi lima fungsi yang
mencakup:
1.
Perencanaan
(planning)
2.
Pengorganisasian
(organizing)
3. Pengisian Staff (staffing)
4.
Memimpin
(leading)
5.
Pengendalian
(controlling)
Pengembangan
model fungsi manajemen di atas mengacu kepada pembagian fungsi manajemen yang
dirumuskan oleh Henry Fayol pada tahun 1916. Fayol membagi fungsi manajemen ke
dalam lima fungsi, yakni: planning
(perencanaan), organizing
(pengorganisasian), commanding(pemberian
komando), coordinating
(pengkoordinasian) dan controlling
(pengendalian). Koontz (Koontz, O’Donnel dan Weihrich, 1994) menyatakan bahwa
fungsi adalah sekumpulan pekerjaan yang bisa dibedakan secara nyata dari
kumpulan pekerjaan lainnya. Sebagai contoh, fungsi yang dimiliki mata sebagai
bagian dari sitem tubuh adalah untuk melihat sedangkan fungsi telinga untuk
mendengar. Mata melakukan sekumpulan pekerjaan yang dapat dibedakan secara
nyata dengan pekerjaan yang dilakukan oleh telinga.
2.1.1
Perencanaan (planning)
Perencanaan
yaitu suatu proses mengembangkan tujuan-tujuan perusahaan serta memilih
serangkaian tindakan (strategi) untuk mencapi tujuan tujuan tersebut.
Perencanaan
mencakup menetapkan tujuan, mengembangkan berbagai premis mengenai lingkungan
perusahaan dimana tujuan-tujuan perusahaan hendak dicapai, memilih arah
tindakan (courses of actions) untuk
mencapai tujuan-tujuan tersebut, merumuskan berbagai aktivitas yang diperlukan
untuk menerjemahkan rencana menjadi aksi, melakukan perencanaan ulang untuk
mengoreksi berbagai kekurangan dalam perncanaan terdahulu.
Fungsi
perencanaan akan memberikan arah kepada perusahaan dengan menetapkan terlebih
dahulu tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Ketiadaan tujuan akan
menyulitkan perusahaan untuk melakukan proses evaluasi yang merupakan
perbandingan antara rencana dengan realisasi pencapain sesungguhnya.
2.1.2
Pengorganisasian(organizing)
Pengorganisasian
adalah suatu proses dimna karyawan dan pekerjanya saling dihubungkan untuk
mencapai tujuan perusahaan. Pengorganisasian mencakup pembagian kerja,
pengkoordinasikan aktivitas serta penetapan kewenangan manajerial.Mengorganisiradalahuntukmenciptakanmekanismeuntukmenjalankanrencana.
2.1.3
Pengisian Staf (staffing)
Pengisian
staf merupkan suatu proses untuk memastikan bahwa karyawan yang berkompeten
yang dipih, dikembangkan dan diberikan imbalan untuk mencapai tujuan perusahaan
2.1.4
Memimpin (leading)
Memimpin
adalah suatu proses memotivasi suatu individu atau kelompok dalam suatu
aktifitas hubungan kerja agar mereka dapat bekerja dengan sukarela dan harmonis
dalam mencapai tujuan perusahaan.
2.1.5
Pengendalian (controlling)
Pengendalian
merupakan suatu proses untuk memastikan adanya kinerja yang efisien dalam
pencapaian tujuan perusahaanuntuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika
diperlukan. Pengendalian mencakup menetapkan berbagai tujuan dan standar,
membandingkan kinerja sesungguhnya dengan tujuan dan standar yang telah ditetapkan
serta mendorong keberhasilan dan mengoreksi berbagai kelemahan.
Pengendalian
merupakan sejumlah peranan yang dimainkan oleh para manajer:
1.
Mengumpulkan
informasi untuk mengukur performa.
2.
Membandingkan
performa masa kini dengan sebelumnya.
3.
Menentukan
aksi selanjutnya dari rencana dan melakukan modifikasi untuk menuai parameter
performa diharapakan.
Pada
pekerbangan selanjutnya, fungsi-fungsi manajeman disusutkan menjadi empat
fungsi yang mencakup planning,
organizing, leading/directing, dan controlling (Robbins dan Coulter,2003).
Penyusutan fungsi tersebut terjadi karena sebagian ahli manajemen berpendapat
bahwa fungsi pengisian staf (staffing) telah mencakup dalam fungsi
pengorganisasian (organizing).
Pembagian
fungsi manajemen menurut beberapa ahli manajemen, di antaranya yaitu :
1. Menurut
Dalton E.M.C. Farland (1990) dalam “Management
Principles and Management”, fungsi manajemen terbagi menjadi :
1.
Perencanaan
(Planning).
2.
Pengorganisasian
(Organizing).
3.
Pengawasan
(Controlling).
2. Menurut
George R. Ferry (1990) dalam “Principles
of Management”, proses manajemen terbagi menjadi :
1.
Perencanaan
(Planning).
2.
Pengorganisasian
(Organizing).
3. Pengawasan (Controlling).
4.
Pelaksanaan
(Activating).
3. Menurut H.
Koontz dan O’Donnel (1991) dalam “The
Principles of Management”, proses dan fungsi manajemen terbagi menjadi :
1.
Perencanaan
(Planning).
2.
Pengorganisasian
(Organizing).
3.
Pengawasan
(Controlling).
4.
Pengarahan
(Directing).
2.3.
Pengertian Manajer
Seseorang
yang melakukan aktivitas planning, organizing,
leading dan controlling di dalam
perusahaan atau organisasi disebut dengan menajer. Manajer mempunyai peran
penting dalam keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi.
Henry
Mintzberg (1988) mengemukakan konsep peranan manajer (manager roles). Dalam hal ini Mintzberg merumuskan manajer sebagai
orang yang memiliki wewenang formal (formal
authority) oleh perusahaan. Melalui pemberian wewenang tersebut manajer
memiliki status/kekuasaan di dalam organisasinya.
Berdasarkan
hasil pengamatan Mintzberg terhadap apa yang sesungguhnya dilakukan oleh para
manajer dalam menjalankan statusnya terbagi dalam tiga kelompok peran yaitu:
![]() |
Gambar 1.1 Peran
Manajer
2.3.1. Interpersonal Roles
Interpersonal
roles (peran antar pribadi) yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain, yang
bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk
anak buah, pemimpin, dan penghubung.
Berdasarkan
status serta kewenangan yang dimilikinya, manajer harus melakukaninteraksi
dengan sumber daya manusia lainya di dalam organisasi. Misalnya pada saat
manajer suatu perusahaan memberi sambutan pada acara penghargaan kepada
karyawan yang berprestasi maka pada saat itu manajer sedang berperan sebagai figurehead role.
2.3.2. Informational Roles
peran
informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi,
serta peran sebagai juru bicara.
Status
dan wewenang formal yang dimiliki oleh seorang manajer memungkinkan manajer
untuk memperoleh informasi yang lebih luas, antara lain karena adanya bawahan
yang harus melaporkan berbagai perkembangan perusahaan kepada manajer tersebut.
Akibat kedudukannyaini maka manajer memiliki informasi lebih aktual dan dalam
jumlah relatif lebih banyak dibandingkan dengan para bawahannya. Dari sinilah
muncul peran manajer yaknnii informational
role yang selanjutnya dijabarkan menjadi tiga peran yakni monitor role, disseminator role dan spokesman role.
Sebagai
pihak yang memiliki informasi penting yang akan digunakan untuk bahan
pengambilan keputusan, sudah menjadi tugas manajerial untuk menyebar luaskan
informasi tersebut kepada para bawahannya yang relevan agar mereka memiliki
visi yang sama mengenai apa yang tengah dikerjakan atau yang ingin dicapai oleh
suatu perusahaan. Kegiatan manajer untuk menyebarkan informasi kepada
bawahannya merupakan contoh manajer dalam menjalankan perannya sebagai desseminator role.
2.3.3. Decisional Roles
Decisional
roles (pengambilan keputusan) merupakan informasi yang dimiliki oleh para
manajer akan memiliki nilai guna apabila informasi tersebut digunaka pada saat
para manajer mengambil keputusan.
Peran
pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah
masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.
2.4.
Keahlian Manajerial (managerial skill)
Manajer menjalankan fungsi maupun perannya dengan
menggunakan keahlian manajerial yang meraka miliki. Robert L. Katz pada tahun
1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan
dasar. Ketiga keahlian tersebut adalah:
1. Keterampilan
konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki
keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi.
Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi
suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses
penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut
sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan
konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
2. Keterampilan
berhubungan dengan orang lain (humanity
skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu
dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan
dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang
persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang
dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan
membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka
kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan
manajemen atas, menengah, maupun bawah.
3. Keterampilan
teknis (technical skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi
manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan
kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan
program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
2.5.
Tingkatan-Tingkatan Manajemen
Dalam sebuah perusahaan terdapt tiga tingkatan manajer
yaitu, manajemen puncak (top manajement),
manajemen menengah (middle management) dan
menejemen lini pertama (first line
management).
2.5.1. Manajemen
Puncak (Top Manager)
Manajer Puncak terdiri dari kelompok yang relative kecil,
manager puncakbertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Top management merupakan eksekutif
tertinggi di perusahaan yang akan menetapkan tujuan dan strategi perusahaan
secara keseluruhan. Menejemen puncak memiliki berbagai sebutan seperti president director, managing director,
executive director atau chief executive officer (CEO)selain CEO juga terdapat
manajer lain seperti Chief Operating
Officer (COO) yaitu eksekutif puncak yang bertanggung jawab terhadap
operasi sehari-hari berbagai departemen atau unit usaha. COO secara perodik
memberikan informasi mengenai jalannya
masing-masing departemen atau unit bisnis kepada CEO sering juga disebut General Manager (GM)
2.5.2
Manajemen Menengah(Middle management)
Manajemen
menengah (Middle Management) adalah
manajemen menengah dapat meliputi beberapatingkatan dalam suatu organisasi.
Para manajer menengah membawahi dan mengarahkankegiatan-kegiatan para manajer
lainnya kadang-kadang juga karyawan operasional. Middle management terdiri dari
para manjer yang mengepalai departemen tertentu seperti departemen kuangan
(manajer keuangan), marketing (manajer marketing) maupun departemen produksi
(manajer produksi).
Manajemen
menengah dapat pula menjabat sebagai project manager (manajer proyek) yang
bertanggung jawab mengimpletasikan berbagai kebijakan yang telah dibuat oleh
manajemen puncak
2.5.3
Manajemen Lini Pertama (First Line Management)
Manajemen
lini pertama merupakan jenjang pertama yang memimpin karyawan nonmanajer dan
berada di bawah pengendalian manajemen menengah. Termasuk ke dalam manajer ini
misalnya supervisor, yang bertanggung jawab terhadap pengawasan berbagai tugas
spesifik sehari-hari yang dilakukan oleh karyawan nonmanajer.
Dari
ketiga tingkatan tersebut seorang manajer harus mempunyai ketrampilan di
masing-masing tingkatannya sesuai dengan keahlian manjerialnya seperti yang
ditunjukkan pada gambar 1.2 berikut.
Gambar 1.2 menunjukan keterampilan yang
dibutuhkan manajer pada setiap tingkatannya
2.6.
Pengertian Organisasi
Menurut Cyril
Soffer (1973 : 220) organisasi adalah persekutuan/sekumpulan orang-orang yang
masing-masing diberi peranan tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian
kerja dimana pekerjaan (yang terdapat dalam organisasi tersebut) dipilih-pilih
menjadi tugas dan dibagikan kepada para pelaksana tugas/pemegang jabatan untuk
mendapatkan satu kesatuan kecil.
Menurut Edgar
Schein (kreitner, 2007) seluruh organisasi memiliki empat karakteristik yang
sama, yakni adanya koordinasi upaya (coordination
of effort), tujuan bersama (common
purpose), pembagian tenaga kerja (division
of labor), dan hierarki wewenang (hicrarchy
od authority)
Dari beberapa
pengertian tersebut disimpulkan bahwa organisasi adalah sekumpulan orang-orang
yang diarahkan untuk mencapai tujuan yang sama dan mempunyai stuktur
organisasi.
2.7.
Hubungan Antara Manajer dan Organisasi
Setelah mempelajari beberapa pengertian anatara manajer
dan organisasi setiap kegitan manajemen dibutuhkan pada berbagai jenjang
organisasi, mulai dari menejemen puncak (chief executive officer) suatu
koperasi, rektor di sebuah universitas, presiden di subuah negara sampai kepada
pelaksana manajemen paling bawah (supervisor, kepala seksi, dan kepala
kelurahan).
Manajemen dibutuhkan dalam organisasi perusahaa berskala
kecil seperti para pengrajin kain songket, para pengumpul damar kayu, pengusaha
tahu dan lain sebagainya. Manajemen juga dibutuhkan oleh berbagi perusahaan
besar berskala nasional seperti Telkom, Indofood Sukses Makmur maupun
perusahaan besar berskala global seperti Toyota, Yamaha, Microsoft dan lain
sebagainya.
Sumber daya organisasi tidak akan memberikan kontribusi
yang optimal terhadap pencapaian tujuan perusahaan seandainya sumber daya
organisasi tersebut tidak dikoordinaikan oleh suatu kegiatan manajemen yang
memungkinkan perusahaan mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dan
efisien.
DAFTAR PUSTAKA
Allen,
louis A. 1990. Profesi Manajemen. Jakarta
: Erlangga
Anonim,
2012. Pengertian Manajemen
Menurut Para Ahli. http://karodalnet.blogspot.com/2013/02/pengertian-manajemen-menurut-para-ahli.html.
Diakses pada 12 september 2013.
Anonim,
2013. Pengertian Manajemen dan Fungsi
Manajemen.http://www.ilmumu.com/pengetahuan/pengertian_manajemen-dan-fungsi-manajemen/. Di akses 12 september 2013.
Godam64.2006.Organisasi.http://organisasi.org/fungsi_manajemen_perencanaan_pengorganisasian_pengarahan_pengendali_belajar_di_internet_ilmu_teori_ekonomi_manajemen.
Dikases pada 12 september 2013.
Koontz,
H. O’Donnell, C, and Weihrich, H. 1984. Management : A Book of Reading. Sixth
Edition, McGraw Hill
Ningsih,
Destiana. 2012. Pengertian dan Konsep
Manajemen.
http:/blog.student.uny.ac.id/dhesetia/2012/11/26/pengertian-dan-konsep-manajemen/.
Diakses pada 12 september 2013.
Setiawan,
indra. 2009. Teori Pengantar Manajemen.http://jurnal-sdm
.blogspot.com/2009/08/teori-pengantar-manajemen.html. Diakses pada 12 september
2013.
Williams, chuck. 2001. Manajemen. Jakarta :
Salemba Empat
