Translate

Kamis, 10 April 2014

PENGANTAR MANAJEMEN



BAB II
PEMBAHASAN

2.1.        Pengertian Manajemen
Menurut arti kata manajemen berasal dari kata kerja to manage(bahasa inggris) yang artinya mengurus, mengatur, malaksanakan dan mengelola. Sementara menurut para ahli seperti, Terry ( 2003 : 4 ) mendefinisikan manajemen sebagai “ a distinct prosess conssisting of activiteis of planning, organizing, actuating and controling, performed to determine and accomplish stated objectives with the use of human beings and other resources “. Menurut konsep Terry dalam mendifinisikan manajemen ini adalah bahwa manajemen dilihat sebagai suatu proses perencanaan, pengorgansasian, aktuasi dan pengawasan untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien.
Definisi lain disampaikan oleh Blanchard, dalam Kamar ( 2002 : 25 ) menyebutkan “ Management is a process of working with and through indivuals and groups and other resourches to accomplish organizational goals “ artinya, menejemen adalah suatu proses bekerja dengan dan melalui individu-individu dan kelompok-kelompok serta sumber-sumber daya lainnya untuk menyelesaikan tujuan organisasi. Dari pendapat di atas, maka secara implisit aktivitas manajemen ada dalam organisasi yang diarahkan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Harold Koontz dan Cyriil O’ Donnel mendifinisikan manajemen adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Dengan demikian manajer mengadakan koordinasi atas sejumlah aktivitas orang lain yang meliputi perencanaan, penggorganisasian, penggerakan dan pengendalian. (Amirullah, h7)
Stonner, James AFmendefinisikan manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian. Upaya  anggauta organisasi dan menggunakan semua sumberdaya organisai untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Stonner, 1982 : 9)
Paul Hersey, manajemen didefinisikan sebagai proses kerja sama dengan dan melalui orang-orang dan kelompok untuk mencapai tujuan. (Paul Hersey, 1994, h 3). Definisi ini dapat diterapkan pada  semua bentuk dan jenis organisasi apakah perusahaan, lembaga pendidikan, rumah sakit, organisai politik, dan sebagainya. Untuk dapat berhasil organisasi memiliki personalia pimpinan  yang berkemampuan baik, sehingga hubungan antar pribadi berjalan secara baik dan harmonis, setiap orang adalah manajer.
Luther Gulick mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan/science yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan.
Mary Parker Follet mendefinisikan manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain (Hani.Handoko, 8).  Pengertian ini mengandung arti bahwa manajer dalam mencapai tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain yang tergabung dalam organisasi. Pengaturan orang lain yang dilakukan manajer satu dan manajer lain tentunya berbeda, dan perbedaan pengaturan ini membutuhkan kemampuan dan ketrampilan tersendiri.yang  merupakan seni manajemen.
Menurut Ricky W. Griffin manajemen adalah sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Lyndak F. Urwick manajemen adalah Forecasting (meramalkan), Planning Orga-nizing (perencanaan Pengorganisiran), Commanding (memerintahklan), Coordinating (pengkoordinasian) dan Controlling (pengontrolan).
Thomas H. Nelson manajemen perusahaan adalah ilmu dan seni memadukan ide-ide, fasilitas, proses, bahan dan orang-orang untuk menghasilkan barang atau jasa yang bermanfaat dan menjualnya dengan menguntungkan.
Menurut Drs. Oey Liang Lee manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut Federick Winslow Taylor manajemen adalah suatu percobaan yang sungguh-sungguh untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan organisasi lain)atau setiap system kerjasama manusia dengan sikap dan jiwa seorang dengan menggunakan alat.
Menurut Prof. Eiji Ogawa manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.
Berdasarkan berbagai paparan di atas, manajemen dapat didefinisinakan sebagai “seni dan ilmu, profesi, serta proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian dari berbagai sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektifdan efisien”. Definisi manajemen tersebut dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut:
1.      Manajemen sebagai ilmu dan seni
Manajemen sebagai ilmu karena manajemen telah dipelajarai lama dan telah dikaji, diorganisasikan menjadi suatu rangkaian teori. Manajemen memerlukan disiplin-disiplin ilmu pengetahuan lain dalam penerapannya untuk mencapai tujuan, misal disiplin ilmu ekonomi, akutansi, statistik dan lain-lain. Manajemen dalam  upaya mencapai tujuannya berdasarkan kaidah ilmiah dan sistematis.
Manajemen sebagai ilmu .mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1.  Prinsip dan konsep manajemen dapat dipelajari.
2.  Decion making dapat didekati dengan kaidah-kaidah ilmiah.
3.  Obyek dan sarana manajemen untuk mencapai tujuan sebagian adalah elemen yang bersifat materi.
4.  Dalam penerapannya manajemen memerlukan pendekatan dari bidang ilmu lainnya.
Manajemen sebagai seni diartikan bahwa  manajer dalam mencapai tujuan banyak dipengaruhi oleh ketrampilan-ketrampilan pribadi, bakat dan karakternya. Dan semua ini  merupakan seni tersendiri. Manajemen sebagai seni mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1.   pencapain tujuan sangat dipengaruhi dan didukung oleh sifat-sifat dan bakat para manajer
2.   Dalam proses pencapaian tujuan sering kali melibatkan unsur naluri, perasaan dan intelektual.
3.   Dalam pelaksanaan kegiatan, faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilannya adalah kekuatan pribadi dan kreativitas.

2.      Manajemen sebagai profesi
Manajemen sebagai profesi penekannya pada kegiatan yang dilakukan sekelompok orang dengan  menggunakan keahlian-keahlian tertentu. Keahlian-keahlian tersebut diperoleh karena telah memenuhi syarat atau standart tertentu dan diakui oleh masyarakat. Dengan keahlian tersebut seseorang dapat memperoleh suatu status. Sekelompok orang yang bekerja dalam organisasi dengan menggunakan keahlian tertentu dapat dikelompokan dalam organisasi profesional.
Ciri-ciri sesuatu sebagai profesi sebagai berikut :
1.  Para profesional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum
2.  Para profesional mendapatkan status mereka karena mencapai standar prestasi kerja tertentu, bukan karena favorit, politik, agama. atau sosial
3.  Para profesionalisme harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat dan disiplin bagi mereka yang  menyandang profesi.

3.      Manajemen sebagai proses
Manajemen sebagai proses karena dalam mencapai tujuan menggunakan serangkaian kegiatan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Serangkaian kegiatan tersebut dimulai dari kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengawasi atau mengendalikan. Manajemen sebagai proses lebih diarahkan pada proses mengelola dan mengatur pelaksanaan suatu pekerjaan, atau serangkain aktivitas dalam rangka mencapai tujuan. Proses manajenen dalam pencapaian tujuan ini juga menggunakan bantuan orang lain yang bekerja sama.
4.      Pencapaian tujuan perusahaan dilakukan melalui serangkaian aktivitas yang dikelompokkan ke dalam fungsi fungsi manajemen dan mencakup fungsi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan serta pengendalian.
5.      Pencapaian tujuan dilakukan secara efektif dan efisien. Efektivitas menunjukkan tercapainya tujuan yang diinginkan melalui serangkaian tindakan yang dilakukan oleh perusahaan. Sedangkan efisiensi menunjukkan pencapaian tujuan secara optimal dengan menggunakan sumber daya yang minimal.
6.      Pencapaian tujuan perusahaan dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya organisasi yang dimiliki oleh perusahaan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing pekerjanya.

2.2.        Fungsi-Fungsi Manajemen (Management Functions)
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan
Pekerjaan yang dilakukan oleh para manajer pada saat merka mengelola perusahaan dapat dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok tugas yang memiliki tugas yang memiliki tujuan yang di sebut sebagai fungsi manajemen. Koontz (Koontz dan Weihrich, 1993) berpendapat bahwa fungsi-fungsi manajemen (management Functions) dikelompokkan menjadi lima fungsi yang mencakup:
1.      Perencanaan (planning)
2.      Pengorganisasian (organizing)
3.      Pengisian Staff (staffing)
4.      Memimpin (leading)
5.      Pengendalian (controlling)
Pengembangan model fungsi manajemen di atas mengacu kepada pembagian fungsi manajemen yang dirumuskan oleh Henry Fayol pada tahun 1916. Fayol membagi fungsi manajemen ke dalam lima fungsi, yakni: planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), commanding(pemberian komando), coordinating (pengkoordinasian) dan controlling (pengendalian). Koontz (Koontz, O’Donnel dan Weihrich, 1994) menyatakan bahwa fungsi adalah sekumpulan pekerjaan yang bisa dibedakan secara nyata dari kumpulan pekerjaan lainnya. Sebagai contoh, fungsi yang dimiliki mata sebagai bagian dari sitem tubuh adalah untuk melihat sedangkan fungsi telinga untuk mendengar. Mata melakukan sekumpulan pekerjaan yang dapat dibedakan secara nyata dengan pekerjaan yang dilakukan oleh telinga.
2.1.1            Perencanaan (planning)
Perencanaan yaitu suatu proses mengembangkan tujuan-tujuan perusahaan serta memilih serangkaian tindakan (strategi) untuk mencapi tujuan tujuan tersebut.
Perencanaan mencakup menetapkan tujuan, mengembangkan berbagai premis mengenai lingkungan perusahaan dimana tujuan-tujuan perusahaan hendak dicapai, memilih arah tindakan (courses of actions) untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, merumuskan berbagai aktivitas yang diperlukan untuk menerjemahkan rencana menjadi aksi, melakukan perencanaan ulang untuk mengoreksi berbagai kekurangan dalam perncanaan terdahulu.
Fungsi perencanaan akan memberikan arah kepada perusahaan dengan menetapkan terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Ketiadaan tujuan akan menyulitkan perusahaan untuk melakukan proses evaluasi yang merupakan perbandingan antara rencana dengan realisasi pencapain sesungguhnya.
2.1.2            Pengorganisasian(organizing)
Pengorganisasian adalah suatu proses dimna karyawan dan pekerjanya saling dihubungkan untuk mencapai tujuan perusahaan. Pengorganisasian mencakup pembagian kerja, pengkoordinasikan aktivitas serta penetapan kewenangan manajerial.Mengorganisiradalahuntukmenciptakanmekanismeuntukmenjalankanrencana.
2.1.3            Pengisian Staf (staffing)
Pengisian staf merupkan suatu proses untuk memastikan bahwa karyawan yang berkompeten yang dipih, dikembangkan dan diberikan imbalan untuk mencapai tujuan perusahaan
2.1.4            Memimpin (leading)
Memimpin adalah suatu proses memotivasi suatu individu atau kelompok dalam suatu aktifitas hubungan kerja agar mereka dapat bekerja dengan sukarela dan harmonis dalam mencapai tujuan perusahaan.
2.1.5            Pengendalian (controlling)
Pengendalian merupakan suatu proses untuk memastikan adanya kinerja yang efisien dalam pencapaian tujuan perusahaanuntuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan. Pengendalian mencakup menetapkan berbagai tujuan dan standar, membandingkan kinerja sesungguhnya dengan tujuan dan standar yang telah ditetapkan serta mendorong keberhasilan dan mengoreksi berbagai kelemahan.
Pengendalian merupakan sejumlah peranan yang dimainkan oleh para manajer:  
1.      Mengumpulkan informasi untuk mengukur performa. 
2.      Membandingkan performa masa kini dengan sebelumnya.  
3.      Menentukan aksi selanjutnya dari rencana dan melakukan modifikasi untuk menuai parameter performa diharapakan.
Pada pekerbangan selanjutnya, fungsi-fungsi manajeman disusutkan menjadi empat fungsi yang mencakup planning, organizing, leading/directing, dan controlling (Robbins dan Coulter,2003). Penyusutan fungsi tersebut terjadi karena sebagian ahli manajemen berpendapat bahwa fungsi pengisian staf (staffing) telah mencakup dalam fungsi pengorganisasian (organizing).
Pembagian fungsi manajemen menurut beberapa ahli manajemen, di antaranya yaitu :
1. Menurut Dalton E.M.C. Farland (1990) dalam “Management Principles and Management”, fungsi manajemen terbagi menjadi :
1.   Perencanaan (Planning).
2.   Pengorganisasian (Organizing).
3.   Pengawasan (Controlling).
2. Menurut George R. Ferry (1990) dalam “Principles of Management”, proses manajemen terbagi menjadi :
1.   Perencanaan (Planning).
2.   Pengorganisasian (Organizing).
3.   Pengawasan (Controlling).
4.   Pelaksanaan (Activating).
3. Menurut H. Koontz dan O’Donnel (1991) dalam “The Principles of Management”, proses dan fungsi manajemen terbagi menjadi :
1.   Perencanaan (Planning).
2.   Pengorganisasian (Organizing).
3.   Pengawasan (Controlling).
4.   Pengarahan (Directing).

2.3.        Pengertian Manajer
Seseorang yang melakukan aktivitas planning, organizing, leading dan controlling di dalam perusahaan atau organisasi disebut dengan menajer. Manajer mempunyai peran penting dalam keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi.
Henry Mintzberg (1988) mengemukakan konsep peranan manajer (manager roles). Dalam hal ini Mintzberg merumuskan manajer sebagai orang yang memiliki wewenang formal (formal authority) oleh perusahaan. Melalui pemberian wewenang tersebut manajer memiliki status/kekuasaan di dalam organisasinya.
Berdasarkan hasil pengamatan Mintzberg terhadap apa yang sesungguhnya dilakukan oleh para manajer dalam menjalankan statusnya terbagi dalam tiga kelompok peran yaitu:


 









Gambar 1.1 Peran Manajer

2.3.1.    Interpersonal Roles
            Interpersonal roles (peran antar pribadi) yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung.
            Berdasarkan status serta kewenangan yang dimilikinya, manajer harus melakukaninteraksi dengan sumber daya manusia lainya di dalam organisasi. Misalnya pada saat manajer suatu perusahaan memberi sambutan pada acara penghargaan kepada karyawan yang berprestasi maka pada saat itu manajer sedang berperan sebagai figurehead role.
2.3.2.    Informational Roles
            peran informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara.
            Status dan wewenang formal yang dimiliki oleh seorang manajer memungkinkan manajer untuk memperoleh informasi yang lebih luas, antara lain karena adanya bawahan yang harus melaporkan berbagai perkembangan perusahaan kepada manajer tersebut. Akibat kedudukannyaini maka manajer memiliki informasi lebih aktual dan dalam jumlah relatif lebih banyak dibandingkan dengan para bawahannya. Dari sinilah muncul peran manajer yaknnii informational role yang selanjutnya dijabarkan menjadi tiga peran yakni monitor role, disseminator role dan spokesman role.
            Sebagai pihak yang memiliki informasi penting yang akan digunakan untuk bahan pengambilan keputusan, sudah menjadi tugas manajerial untuk menyebar luaskan informasi tersebut kepada para bawahannya yang relevan agar mereka memiliki visi yang sama mengenai apa yang tengah dikerjakan atau yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan. Kegiatan manajer untuk menyebarkan informasi kepada bawahannya merupakan contoh manajer dalam menjalankan perannya sebagai desseminator role.
2.3.3.    Decisional Roles
            Decisional roles (pengambilan keputusan) merupakan informasi yang dimiliki oleh para manajer akan memiliki nilai guna apabila informasi tersebut digunaka pada saat para manajer mengambil keputusan.
            Peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.

2.4.        Keahlian Manajerial (managerial skill)
Manajer menjalankan fungsi maupun perannya dengan menggunakan keahlian manajerial yang meraka miliki. Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keahlian tersebut adalah:
1.  Keterampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
2.  Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
3.  Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

2.5.        Tingkatan-Tingkatan Manajemen
Dalam sebuah perusahaan terdapt tiga tingkatan manajer yaitu, manajemen puncak (top manajement), manajemen menengah (middle management) dan menejemen lini pertama (first line management).
2.5.1.    Manajemen Puncak (Top Manager)
Manajer Puncak terdiri dari kelompok yang relative kecil, manager puncakbertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Top management merupakan eksekutif tertinggi di perusahaan yang akan menetapkan tujuan dan strategi perusahaan secara keseluruhan. Menejemen puncak memiliki berbagai sebutan seperti president director, managing director, executive director atau chief executive officer (CEO)selain CEO juga terdapat manajer lain seperti Chief Operating Officer (COO) yaitu eksekutif puncak yang bertanggung jawab terhadap operasi sehari-hari berbagai departemen atau unit usaha. COO secara perodik memberikan informasi  mengenai jalannya masing-masing departemen atau unit bisnis kepada CEO sering juga disebut General Manager (GM)
2.5.2         Manajemen Menengah(Middle management)
Manajemen menengah (Middle Management) adalah manajemen menengah dapat meliputi beberapatingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkankegiatan-kegiatan para manajer lainnya kadang-kadang juga karyawan operasional. Middle management terdiri dari para manjer yang mengepalai departemen tertentu seperti departemen kuangan (manajer keuangan), marketing (manajer marketing) maupun departemen produksi (manajer produksi).
Manajemen menengah dapat pula menjabat sebagai project manager (manajer proyek) yang bertanggung jawab mengimpletasikan berbagai kebijakan yang telah dibuat oleh manajemen puncak
2.5.3         Manajemen Lini Pertama (First Line Management)
Manajemen lini pertama merupakan jenjang pertama yang memimpin karyawan nonmanajer dan berada di bawah pengendalian manajemen menengah. Termasuk ke dalam manajer ini misalnya supervisor, yang bertanggung jawab terhadap pengawasan berbagai tugas spesifik sehari-hari yang dilakukan oleh karyawan nonmanajer.
Dari ketiga tingkatan tersebut seorang manajer harus mempunyai ketrampilan di masing-masing tingkatannya sesuai dengan keahlian manjerialnya seperti yang ditunjukkan pada gambar 1.2 berikut.


















Gambar 1.2 menunjukan keterampilan yang dibutuhkan manajer pada setiap tingkatannya


2.6.        Pengertian Organisasi
Menurut Cyril Soffer (1973 : 220) organisasi adalah persekutuan/sekumpulan orang-orang yang masing-masing diberi peranan tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian kerja dimana pekerjaan (yang terdapat dalam organisasi tersebut) dipilih-pilih menjadi tugas dan dibagikan kepada para pelaksana tugas/pemegang jabatan untuk mendapatkan satu kesatuan kecil.
Menurut Edgar Schein (kreitner, 2007) seluruh organisasi memiliki empat karakteristik yang sama, yakni adanya koordinasi upaya (coordination of effort), tujuan bersama (common purpose), pembagian tenaga kerja (division of labor), dan hierarki wewenang (hicrarchy od authority)
Dari beberapa pengertian tersebut disimpulkan bahwa organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang diarahkan untuk mencapai tujuan yang sama dan mempunyai stuktur organisasi.
2.7.        Hubungan Antara Manajer dan Organisasi
Setelah mempelajari beberapa pengertian anatara manajer dan organisasi setiap kegitan manajemen dibutuhkan pada berbagai jenjang organisasi, mulai dari menejemen puncak (chief executive officer) suatu koperasi, rektor di sebuah universitas, presiden di subuah negara sampai kepada pelaksana manajemen paling bawah (supervisor, kepala seksi, dan kepala kelurahan).
Manajemen dibutuhkan dalam organisasi perusahaa berskala kecil seperti para pengrajin kain songket, para pengumpul damar kayu, pengusaha tahu dan lain sebagainya. Manajemen juga dibutuhkan oleh berbagi perusahaan besar berskala nasional seperti Telkom, Indofood Sukses Makmur maupun perusahaan besar berskala global seperti Toyota, Yamaha, Microsoft dan lain sebagainya.
Sumber daya organisasi tidak akan memberikan kontribusi yang optimal terhadap pencapaian tujuan perusahaan seandainya sumber daya organisasi tersebut tidak dikoordinaikan oleh suatu kegiatan manajemen yang memungkinkan perusahaan mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dan efisien.



DAFTAR PUSTAKA

Allen, louis A. 1990. Profesi Manajemen. Jakarta : Erlangga
Anonim, 2012. Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli. http://karodalnet.blogspot.com/2013/02/pengertian-manajemen-menurut-para-ahli.html. Diakses pada 12 september 2013.
Anonim, 2013. Pengertian Manajemen dan Fungsi Manajemen.http://www.ilmumu.com/pengetahuan/pengertian_manajemen-dan-fungsi-manajemen/. Di akses 12 september 2013.
Godam64.2006.Organisasi.http://organisasi.org/fungsi_manajemen_perencanaan_pengorganisasian_pengarahan_pengendali_belajar_di_internet_ilmu_teori_ekonomi_manajemen. Dikases pada 12 september 2013.
Koontz, H. O’Donnell, C, and Weihrich, H. 1984. Management : A Book of Reading. Sixth Edition, McGraw Hill
Ningsih, Destiana. 2012. Pengertian dan Konsep Manajemen. http:/blog.student.uny.ac.id/dhesetia/2012/11/26/pengertian-dan-konsep-manajemen/. Diakses pada 12 september 2013.
Setiawan, indra. 2009. Teori Pengantar Manajemen.http://jurnal-sdm .blogspot.com/2009/08/teori-pengantar-manajemen.html. Diakses pada 12 september 2013.
Williams, chuck. 2001. Manajemen. Jakarta : Salemba Empat